Setelah Italia, pemerintah Spanyol pada Rabu mengumumkan akan mengirimkan kapal perang untuk membantu armada kapal bantuan ke Gaza. Hal ini usai para aktivis dari Global Sumud Flotilla melaporkan setidaknya 12 serangan drone terhadap kapal-kapal mereka di perairan internasional dekat Yunani pada Selasa malam.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan Madrid akan mengirimkan sebuah kapal angkatan laut ke armada 51 kapal yang bertujuan untuk mematahkan blokade Israel di Gaza. Spanyol bergabung dengan Italia dalam mengirimkan sebuah kapal militer untuk membantu misi tersebut dengan membawa sejumlah bantuan simbolis ke Jalur Gaza yang terkepung.
Sanchez, yang merupakan salah satu kritikus Israel yang paling keras, mengatakan ia mengirim kapal tersebut "untuk memastikan bahwa, jika perlu, warga negara kami dapat diselamatkan."
Kapal-kapal tersebut diserang oleh 12 drone di perairan internasional, 30 mil laut dari Pulau Gavdos, Yunani, kata Marikaiti Stasinou, juru bicara March to Gaza Greece, yang merupakan bagian dari armada tersebut.
“Semua penumpang selamat setelah drone meledak di atas kapal,” kata dia.
Insiden tersebut telah menimbulkan kekhawatiran mendesak akan keselamatan lebih dari 500 peserta tak bersenjata di atas flotilla, kata GSF.
Ada beragam warga negara di atas kapal-kapal tersebut, termasuk warga negara Italia, Swedia, dan Spanyol, menurut informasi CNN.
Berbicara dari salah satu kapal setelah serangan yang dilaporkan, seorang anggota parlemen Spanyol mendesak tindakan internasional untuk membantu para aktivis.
"Saya pikir ini harus semakin meningkat dan mencapai tingkat Komisi Eropa, karena ini perlu ditangani, dikoordinasikan dengan semua negara, setidaknya di Eropa," kata anggota parlemen Juan Bordera.
Bordera menambahkan bahwa mereka yang berada di armada itu "stres" dan mengalami "mimpi buruk yang sangat, sangat gila" di tengah ledakan Selasa malam.
Powered by Froala Editor